Jangan Bunting, Sebelum Kenal Stunting !

Setiap orang tua tentunya pasti akan merawat dan menjaga tumbuh kembang anaknya, tetapi apa yang terjadi jika anda sebagai orang tua tidak mengenali pertumbuhan kesehatan anak anda ? atau sudah tahukah anda mengenai stunting ?

Jangan Bunting, Sebelum Kenal Stunting !

Indonesia kini dihantui oleh stunting, bagi anda yang belum tahu apa itu stunting. Stunting adalah pertumbuhan balita yang terhambat atau lebih pendek daripada standar pertumbuhan balita yang seumurnya. Tentunya ini akan berdampak bagi anak anda, karena stunting bisa berakibat mudah terserang penyakit, kinerja otak menjadi menurun dan bisa berakibat buruk bagi masa depan anak anda ketika dewasa.

Berdasarkan Data Pantauan Status Gizi (PSG) 2017 Indonesia sendiri memiliki persentase stunting yang cukup tinggi pada bayi yang berusia di bawah lima tahun, seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki tingkat stunting yang cukup tinggi yaitu 40,3%. Menurut World Health Organization (WHO) batas maksimal stunting bayi adalah 20%.

Yuk, Kenali Stunting !

Stunting merupakan masalah kurangnya gizi kronis pada 1000 hari pertama kelahiran sehingga tinggi badan bayi di bawah standar usianya. Stunting adalah dampak utama dari malnutrisi (atau lebih tepatnya kurang gizi) dan timbulnya penyakit, seperti diare dan helminthiasis (Infeksi cacing usus yang ditularkan melalui tanah) pada anak usia dini dan bahkan sebelum kelahiran, hal ini dikarenakan kekurangan gizi selama perkembangan janin yang dibawa oleh ibu yang kekurangan gizi.

Jangan Bunting, Sebelum Kenal Stunting !

Orang tua harus mengerti bahwa kurangnya asupan gizi karena pola asuh yang tidak sesuai dan infeksi bakteri atau kuman karena pola hidup yang tidak bersih (BAB pada sembarang tempat) akan berakibat pada tumbuh kembang anak. Pengaruh stunting lebih banyak pada anak yang ber-IQ rendah daripada dikalangan anak tidak mengalami stunting.
Menurut data OECD dan PISA (Organisation for Economic Co-operation and Development - Programme for International Student Assessment) tingkat kecerdasan anak Indonesia di urutan 64 terendah dari 65 negara - 2012
Tentunya informasi ini sangat menjadi penting karena pertumbuhan masa depan anak anda berada ditangan anda, beberapa faktor diantaranya yang menjadi sebab stunting ialah pernikahan di usia yang sangat muda, tingkat pendidikan ibu yang rendah dan masalah ekonomi yang dihadapi seperti kemiskinan.

Tanda-tanda secara fisik akan tampak jelas pada tinggi badan anak pada usia 18 tahun, karena pada usia ini pertumbuhan anak anda sudah terhenti. WHO menetapkan standar tinggi badan laki-laki yang optimal yaitu 175cm dan untuk perempuan 162cm sedangkan secara umum di Indonesia tinggi badan laki-laki 162 cm dan perempuan sekitar 151 cm.

Stop Stunting, Ayo Peduli 1000 HPK Anak !

Media-media lain termasuk juga BKKBN mempublikasikan dan ikut serta dalam menyebarkan informasi mengenai stunting agar penurunan persentase stunting di Indonesia dapat terlaksana dengan baik, dengan begitu bangsa Indonesia sendiri dapat menjadi negara yang sehat dan maju.

Stunting juga akan menurunkan produk domestik bruto pada negara sebesar 3%, bagi Indonesia sendiri kerugian ini sekitar 300 Trilliun Rupiah/tahun. Hal ini angka yang sangat besar dan berpengaruh bagi bangsa Indonesia, stunting bukanlah hal yang sepele melainkan pemerintah sudah turun tangan menanggulangi permasalahan stunting yang terjadi pada anak-anak Indonesia.

Penyebab Terjadinya Stunting (Kekerdilan)

Penyebab stunting pada prinsipnya sangat mirip jika tidak sama dengan penyebab malnutrisi pada anak . Kebanyakan pengerdilan terjadi selama periode 1.000 hari yang membentang dari pembuahan hingga ulang tahun kedua anak. Tiga penyebab utama stunting di Asia Selatan, dan mungkin di sebagian besar negara berkembang, adalah praktik pemberian makan yang buruk, gizi ibu yang buruk, dan sanitasi yang buruk.

Jangan Bunting, Sebelum Kenal Stunting !

1. Pola pemberian asupan makan

Pemberian makanan pelengkap yang tidak memadai dan makanan yang kekurangan nutrisi penting adalah salah satu penyebab pertumbuhan terhambat. Anak-anak perlu diberi makan yang memenuhi persyaratan minimum untuk mencegah kekurangan gizi.

2. Nutrisi ibu dalam menyusui

Gizi ibu yang buruk selama kehamilan dan menyusui dapat menyebabkan pertumbuhan anak-anak mereka menjadi terhambat. Ibu yang kekurangan berat badan atau anemia selama kehamilan, memungkinkan memiliki anak-anak stunting.

Kondisi kesehatan ibu hamil yang tidak sehat akan juga berakibat terjadinya stunting, dikarenakan gizi yang sehat juga dibutuhkan tidak hanya anak tetapi juga untuk ibu hamil. Sebelum anak anda mengalami hal tersebut, mari berupaya melakukan pencegahan terhadap stunting.

3. Sanitasi

Ada kemungkinan besar hubungan antara pertumbuhan anak-anak dan gaya hidup sanitasi. Mengakibatkan jumlah bakteri fecal akan masuk melalui anak-anak kecil dengan cara mereka meletakkan jari tangan yang kotor atau barang-barang kotor di mulut yang akan berdampak ke infeksi usus. Hal ini mempengaruhi status gizi anak-anak dengan membuat tidak nafsu makan dan  mengurangi penyerapan nutrisi.

Penyakit-penyakit yang berulang diare dan infeksi cacing usus (helminthiasis) yang keduanya terkait dengan sanitasi yang buruk telah terbukti berkontribusi terhadap pengerdilan anak. Bukti bahwa kondisi yang disebut enteropati lingkungan juga stunts anak-anak belum secara pasti tersedia, meskipun hubungan itu masuk akal dan beberapa penelitian sedang dilakukan pada topik ini.

Stunting memang tidak dapat disembuhkan tapi dapat dicegah sebelum terlambat. Stunting akan nampak pada saat anak berusia 2 tahun, berikut ini terdapat beberapa tanda-tanda anak anda mengalami stunting.

Tanda - Tanda Anak Mengalami Stunting
  1. Pertumbuhan melambat, tanda pubertas terlambat.
  2. Pada Usia 8-10 tahun anak menjadi lebih pendiam.
  3. Wajah tampak lebih muda dari usianya.
  4. Performa buruk pada tes perhatian dan memori belajar. 
Dampak yang dialami oleh anak kedepannya akan sulit untuk bisa berprestasi dalam kelas, ketika dewasa anak stunting akan mudah mengalami kegemukan sehingga berisiko mengalami penyakit jantung, hipertensi dan diabetes dan juga produktivitas anak stunting akan menurun yang berakibat penghasilan lebih rendah 20% daripada anak yang tidak stunting.

Yuk, Mari Kita Cegah Stunting !

Banyak hal yang bisa anda lakukan untuk melakukan pencegahan stunting, Untuk mencegah stunting itu bukan hanya masalah menyediakan nutrisi yang lebih baik tetapi juga akses ke air bersih, sanitasi yang lebih baik (toilet yang higienis) dan menjaga kebersihan tubuh seperti mencuci tangan dan tetap menjaga bagian tubuh tetap bersih. Tanpa penyediaan toilet yang higienis, dapat mempengaruhi kesehatan anak anda dan menyebabkan stunting.

Jangan Bunting, Sebelum Kenal Stunting !

Setelah bayi lahir, sangat penting bagi si bayi untuk menerima susu asi dari si ibu untuk meningkatkan sistem imunitas dan nutrisi bagi si bayi untuk bertumbuh. Bayi dengan berat badan dibawah rata-rata bisa terkena stunting di kemudian hari,maka dari itu nutrisi yang baik pada rentan umur sampai 2 tahun merupakan cara untuk mengurangi bahaya stunting

Di beberapa negara, hanya ada satu sumber nutrisi(contohnya jagung) dengan meningkatkan jenis produk nutrisi lainnya akan mengurangi kesulitan mencari sumber nutrisi bagi si bayi. Yang terpenting adalah pemenuhan nutrisi bayi pasca- hingga bayi berumur 2 tahun.

Jangan Bunting, Sebelum Kenal Stunting !

7 Tips Pencegahan Stunting

Dalam melakukan pencegahan stunting untuk anak, orang tua harus ikut berperan aktif dalam melakukan pengecekan tumbuh kembang anak. Sehingga stunting dapat diperiksa sejak usia dini karena pada masa kelahiran hingga umur 2 tahun (1000 HPK) adalah masa keemasan seorang anak dapat tumbuh secara maksimal atau tidaknya tergantung dari gaya hidup sehat dan asupan gizi yang cukup pada anak.

Terdapat beberapa tips yang dapat anda ikuti dalam melakukan pencegahan terhadap stunting, pada masa kehamilan dan pada masa kelahiran bayi. Berikut ini tips cara mencegah stunting pada anak.

1. Asupan Pola Makan Sehat dan Gizi Cukup pada Ibu Hamil

Asupan pola makan yang sehat sangatlah penting bagi ibu hamil, seorang ibu hamil harus menambah 300 kalori yang sertara dengan 1 porsi makan dan pastinya makanan tersebut harus bergizi seimbang.

Gejala kekurangan zat besi selama kehamilan sangat umum terjadi. Diperkirakan setengah dari semua wanita hamil di seluruh dunia kekurangan zat besi. Zat besi sendiri sangat dibutuhkan oleh ibu hamil, kekurangan zat besi bisa mengakibatkan ibu mengalami anemia, bayi akan lahir prematur, berat badan bayi lahir rendah dan bisa mengakibatkan kematian pada bayi.

Jangan Bunting, Sebelum Kenal Stunting !

Zat besi sangat berperan penting bagi ibu hamil, jumlah darah dalam tubuh anda akan meningkat selama kehamilan. Sekitar 50 persen darah akan lebih banyak daripada biasanya. Anda membutuhkan  banyak zat besi untuk membuat lebih banyak hemoglobin.

Zat besi sangat mudah didapatkan pada beberapa makanan ini, seperti bayam, brokoli, kentang, kacang-kacangan, daging sapi, telur dan sebagainya. Beberapa diantaranya juga terdapat buah-buahan yang menyehatkan untuk ibu hamil yaitu buah mangga, buah anggur, buah jeruk dan buah pisang.

Tidak hanya zat besi namun juga terdapat asam folat yang berpengaruh pada perkembangan otak dan sumsum tulang belakang bayi. Dengan mengkonsumsi asam folat dapat menurunkan risiko gangguan kehamilan bayi, asam folat dapat di temukan pada sayuran seperti bayam, asparagus, seledri, brokoli, buncis, lobak hijau, selada, kacang panjang; wortel; buah-buahan seperti alpukat, jeruk, pisang, tomat, melon dan sebagainya.

2. Memeriksa Kehamilan Secara teratur

Mengurangi risiko gangguan pada bayi dapat juga dengan cara mengetahui tumbuh kembang bayi pada masa kehamilan dengan melakukan pemeriksaan di puskesmas atau rumah sakit. Dengan demikian anda bisa mengetahui gejala ataupun hal yang diperlukan untuk menurunkan risiko pada masa kehamilan.
Menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 828/Menkes/SK/IX/2008 pemeriksaan kehamilan dianjurkan dilakukan minimal empat kali selama kehamilan.
Biasanya pada ibu hamil akan letih karena kekurangan darah, tetapi dapat diatasi dengan mengkonsumsi tablet penambah darah. Ibu hamil dapat tahu mengenai berat badan yang masuk dalam kategori obesitas atau normal dan yang tidak akan dikategorikan sebagai malnutrisi (kekurangan gizi).

3. Pemberian ASI Eksklusif dari 0-6 Bulan

Air Susu Ibu (ASI) harus diberikan pada anak yang berusia 0 hingga 6 bulan tidak boleh menggunakan air dan tidak boleh menggunakan teh. Jika ibu memberikan air anak akan merasa kenyang dan rangsangan anak terhadap ASI juga berkurang. Selain itu air pada kemasan juga mengandung mineral tertentu akan mengganggu fungsi ginjal pada bayi maka dari itu air tesebut harus dimasak terlebih dahulu sehingga kandungan mineral tertentu dapat hilang.

Jangan Bunting, Sebelum Kenal Stunting !

ASI Eksklusif sangatlah penting bagi bayi karena air susu ibu mengandung zat antibodi yang bisa membantunya melawan segala bakteri dan virus. Bayi yang diberi asupan ASI yang baik selama 3 bulan akan mempekuat tulang-tulangnya dan juga dapat membuat berat badan bayi menjadi ideal, dibandingkan dengan susu formula, air susu ibu mengandung insulin yang dapat memicu pembentukan lemak pada bayi.

4. Asupan Gizi Anak dengan Makanan yang Sehat (MPASI)

Asupan makanan gizi yang seimbang selain dapat menjadi sumber makanan juga dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh anak. Setelah memberikan ASI Eksklusif ibu harus memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) dengan porsi yang sehat dan bergizi.

MPASI akan mencukupi kebutuhan makan bayi, karena proses pencernaan bayi mulai sempurna. Kini makanan-makanan baru yang bergizi sudah boleh dikenalkan setelah 6 bulan pemberian ASI Eksklusif.

Anda dapat memberikan makanan-makanan seperti buah dan sayuran kepada si kecil, seperti wortel, pisang, papaya, bubur alpukat, bubur pir, bubur ubi jala, kacang panjang, bubur kentang, nasi tim, bolu kecil, bubur jambu, bubur brokoli dan sebagainya. Supaya menjadi lebih bergizi anda dapat juga menambahkan ASI atau susu formula pada bubur yang anda buat.

Anda bisa memulai dengan bubur pisang karena selain mudah dilunakkan, pisang juga mengandung vitamin A, fosfor, asam folat dan kalsium. Pisang juga dapat langsung diberikan kepada anak dengan memotong pada bagian pisang menjadi kecil-kecil karena teksturnya yang lunak dan lembut yang cocok untuk mulut anak. 

5. Pemeriksaan Tumbuh Kembang Anak Secara Teratur

Menanggulangi stunting dapat dilakukan dengan melakukan pengecekan terhadap tumbuh kembang anak anda secara teratur, anda dapat melakukan pemeriksaan pada posyandu atau puskesmas. Anak yang memiliki berat badan yang kurus dan tinggi dibawah rata-rata adalah anak yang terkena stunting.

Anda dapat juga melakukan pemeriksaan pada panjang dan berat bayi dirumah anda masing-masing, jika anda tidak punya alat untuk mengukur berat dan panjang bayi anda maka bawalah ke posyandu terdekat. Setelah anda mengukur tinggi dan menimbang berat bayi anda, maka langkah selanjutnya yaitu membandingkan hasil dengan tabel pertumbuhan panjang dan berat bayi normal berdasarkan usianya.

Tabel ini juga digunakan sebagai acuan dokter di Indonesia dan sudah ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Saya membuat agar list tabel dapat dilihat dengan baik, tabel perkembangan tinggi dan berat badan bayi terdapat 2 yaitu tabel untuk laki-laki dan perempuan.

Jangan Bunting, Sebelum Kenal Stunting !

Jangan Bunting, Sebelum Kenal Stunting !

Saya juga menyertakan tabel berat badan dari WHO (Badan Kesehatan Dunia) secara resmi dapat anda download berupa gambar dan dapat dibuka di smartphone anda atau komputer anda.

Download Tabel Berat Badan (WHO)

6. Sanitasi

Sanitasi mengacu pada kondisi kesehatan masyarakat yang terkait dengan air minum bersih dan perawatan yang memadai serta pembuangan kotoran manusia. Dengan memiliki sanitasi yang bersih diare dan penyakit lainnya tidak akan menyerang anak kita, terutama pada bagian pedesaan yang kekurangan sumber air bersih dan tempat untuk buang air besar akibatnya anak-anak melakukan BAB pada sembarang tempat dan bisa mengakibatkan penyakit.

Pemerintah sudah menggerakan program-program untuk menciptakan sanitasi yang baik, dengan penyuluhan akan kebersihan, pembuatan sanitasi (jamban) dan praktek akan kebersihan. Sanitasi yang buruk akan berakibat fatal bisa menyebabkan stunting, penyakit hingga kematian. Berikut 5 hal yang bisa kita lakukan untuk menggerakan sanitasi pada lingkungan kita.
  1. Cuci Tangan menggunakan sabun
  2. Pengelolaan sampah rumah tangga
  3. Pengelolaan limbah cair rumah tangga
  4. Pengelolaan air dan makanan rumah tangga
  5. Berhenti buang air besar sembarang tempat
Mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga kebersihan akan mengurangi resiko penyakit malaria, cacing di usus, dan masalah kesehatan lainnya. sehingga secara tidak langsung penyakit stunting dapat dicegah secara berkala. Karena,menjaga kesehatan adalah faktor utama dari pencegahan stunting itu sendiri.

Kita bisa menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan meningkatkan akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi, serta menjaga kebersihan lingkungan kita sendiri. 

7. Stop Pernikahan Usia Dini

Keluarga bukanlah hal yang main-main dan harus benar dipikirkan secara matang, banyak kasus-kasus seorang perempuan hamil diluar nikah dengan usia yang masih muda. Tentunya ini akan jelas berdampak pada anak pada masa kehamilan. Berdasarkan ilmu kesehatan, idealnya orang menikah secara biologis dan psikologis ialah 20-25 tahun bagi wanita dan 25-30 tahun bagi pria.

Bagi seorang perempuan yang menikah di usia dini, akan sangat berpengaruh bagi bayi yang dikandungnya, apalagi dengan tingkat kestressan yang dialami dan faktor pada masa mudanya bisa membuat bayi lahir cacat atau berujung pada pendarahan yang mengakibatkan ibu bayi bisa meninggal.

Selain itu menurut ilmuwan dari Universitas Cambridge seorang pria yang umurnya belum matang, menemukan level DNA dalam sperma masih belum stabil sehingga saat memiliki anak kemungkinan besar anaknya tersebut menderita Autis dan penyakit gangguan mental yang lain seperti, Schizopheria, Spina Bifida termasuk positif stunting.

Usia muda adalah usia produktif, jangan sampai anda terlena karena iming-iming cinta belaka selain itu anda juga mempersiapkan dan melatih diri anda sendiri menuju kematangan secara materi atau fisik sehingga pada saat menikah nanti anda akan memiliki keluarga terencana yang bahagia.

Pikirkan juga bagaimana anda harus mengelola sebuah tanggung jawab besar terhadap keluarga anda nantinya secara ekonomi dan berumah tangga, menikah itu gampang dan saya rasa masih banyak wanita-wanita dari Indonesia yang bisa anda nikahi. Namun tanggung jawab dalam berkeluarga tidaklah gampang harus ada pikiran yang lapang dan matang akan pernikahan anda nantinya.
Jadi jangan sampai anda terlena karena cinta kekinian dengan iming-iming kesetiaan dan janji suci, menurut saya cinta yang sebenarnya menyayangi pasangan dengan memikirkan masa depan yang terencana untuk keluarga saya nantinya.
Perlu anda tahu bahwa efek stunting akan bisa berkelanjutan pada generasi berikutnya, tentunya akan berdampak pada anak perempuan yang terlahir stunting dan menjadi stuned pada saat anak-anak sering kali akan tumbuh menjadi ibu dengan nutrisi yang buruk kemudian akan melahirkan bayi dengan gizi yang buruk dan kejadian seperti ini akan berulang-ulang dan berkelanjutan pada generasi seterusnya.

Maka dari itu orang tua adalah peranan utama dalam mengatasi stunting, orang tua harus bisa mengetahui pekembangan kesehatan anaknya dan melakukan pencegahan terhadap stunting sehingga  pada generasi anak anda akan tidak terkena dampak stunting.

Dengan demikian tingkat stunting yang ada di Indonesia dapat menurun dengan adanya gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan anak anda ! Semoga sehat Indonesiaku dan bagi keluarga anda !

Sumber Refrensi : keluargaindonesia.id, indonesiabaik.id, hellosehat.com dan gizitinggi.org

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel